Kebanyakan orang berpendapat ketika menulis posting di blog harus memperhatikan SEO supaya halamannya menjadi Search Engine Friendly atau mudah terindex oleh mesin pencari, sehingga melupakan konten yang ditulis apakah bermanfaat untuk pengunjung atau tidak. Coba tanyakan kepada diri anda ketika anda browsing di internet, apa yang anda cari? Tentunya informasi yang sesuai dengan yang anda inginkan bukan? Bayangkan kalau anda mencari informasi mengenai "Cara menjadi Top 10 Google", anda ketikkan kata kunci tersebut dan mengklik urutan teratas dari hasil pencarian dan ternyata isinya hanya trik SEO yang membuat situs tersebut mendapat urutan teratas. Pasti anda kesal dan pergi. Beberapa hari kemudian anda melakukan hal yang sama untuk mencari informasi bagaimana menjadi top 10 google, yang pasti anda tidak akan mengklik situs tersebut walaupun masih tetap pada urutan teratas. Betul kan?
Jadi menurut saya hal yang lebih penting untuk mendapatkan pengunjung ialah memberikan konten yang bermanfaat, karena target pengunjung kita adalah manusia bukan mesin. Sebagai contoh siapa yang tidak tahu Facebook? Apakah Facebook sebuah kata kunci? Saya rasa bukan, tetapi karena Facebook memberikan layanan bermanfaat, maka dia bisa mendapatkan pengunjung jutaan per hari dan bahkan bukan melalui mesin pencari.
Untuk sukses dalam bisnis online, hal yang terpenting bukanlah menjadi top 10 google saja
(bukan berarti tidak penting). Memberikan konten yang bermanfaat lebih penting untuk sukses jangka panjang, karena jika ada 1 orang yang puas, dia akan memberitahukan kepada temannya, katakanlah 10 orang dan 10 orang menjadi 100 orang yang akan menjadi pengunjung anda tanpa melalui search engine, inilah yang disebut dengan viral marketing.
Memberikan yang terbaik dan menjaga reputasi dalam bisnis online merupakan kunci untuk sukses, jangan mengutamakan mencari uang ketika anda mulai blogging, karena uang akan datang dengan sendirinya ketika anda sudah memiliki banyak pengunjung.
3 Tips untuk Menghindari Kemalasan
| Oleh: MUHAMMAD KUSAENI Rasanya banyak diantara kita yang punya “penyakit” suka menunda-nunda pekerjaan. Penyakit ini, yang sebetulnya adalah kebiasaan, seringkali disebabkan karena kita malas mengerjakan sesuatu. Malas bangun dari tempat tidur, malas pergi olahraga, malas menyelesaikan tugas kantor, dll. Menurut penelitian, kebiasaan malas merupakan penyakit mental yang timbul karena kita takut menghadapi konsekuensi masa depan. Yang dimaksud dengan masa depan ini bukan hanya satu atau dua tahun kedepan tetapi satu atau dua menit dari sekarang. Contohnya saja ketika Anda malas dari bangun, Anda akan berkata dalam hati: “Satu menit lagi saya akan bangun”, tetapi kenyataannya barangkali Anda akan berlama-lama di tempat tidur sampai akhirnya memang waktunya tiba untuk siap-siap pergi ke kantor. Kebiasaan malas timbul karena kita cenderung mengaitkan masa depan dengan persepsi negatif. Anda menunda-nunda pekerjaan karena cenderung membayangkan setumpuk tugas yang harus dilakukan di kantor. Belum lagi berhubungan dengan orang-orang yang Anda tidak sukai, misalnya. Sayangnya, menunda-nunda pekerjaan pada akhirnya akan mengundang stress karena mau tidak mau satu saat Anda harus mengerjakannya. Di waktu yang sama Anda juga mungkin punya banyak pekerjaan lain. Dalam beberapa hal, Anda pun mungkin akan kehilangan momen untuk berkembang ketika Anda mengatakan “tidak” terhadap sebuah kesempatan –Anda malas bertindak karena bayangan negatif tentang hal-hal yang memberatkan didepan. Di artikel ini saya ingin memberikan beberapa tips untuk mengatasi rasa malas. Tips ini bisa Anda praktekkan di tempat kerja ataupun lingkungan keluarga: Ganti “Kapan Selesainya” dengan “Saya Mulai Sekarang”Apabila Anda dihadapkan pada satu tugas besar atau proyek, Anda sebaiknya JANGAN berpikir mengenai rumitnya tugas tersebut dan membayangkan kapan bisa diselesaikan. Sebaliknya, fokuslah pada pikiran positif dengan membagi tugas besar tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan menyelesaikannya satu demi satu.Katakan setiap kali Anda bekerja: “Saya mulai sekarang”.Cara pandang ini akan menghindarkan Anda dari perasaan terbebani, stress, dan kesulitan. Anda membuat sederhana tugas didepan Anda dengan bertindak positif. Fokus Anda hanya pada satu hal pada satu waktu, bukan banyak hal pada saat yang sama.Ganti “Saya Harus” dengan “Saya Ingin”Berpikir bahwa Anda harus mengerjakan sesuatu secara otomatis akan mengundang perasaan terbebani dan Anda menjadi malas mengerjakannya. Anda akan mencari seribu alasan untuk menghindari tugas tersebut.Satu tip yang bisa Anda gunakan adalah mengganti “saya harus mengerjakannya” dengan “saya ingin mengerjakannya”. Cara pikir seperti ini akan menghilangkan mental blok dengan menerima bahwa Anda tidak harus melakukan pekerjaan yang Anda tidak mau. Anda mau mengerjakan tugas karena memang Anda ingin mengerjakannya, bukan karena paksaan pihak lain. Anda selalu punya pilihan dalam kehidupan ini. Tentunya pilihan Anda sebaiknya dibuat dengan sadar dan tidak merugikan orang lain. Intinya adalah tidak ada seorang pun di dunia ini yang memaksa Anda melakukan apa saja yang Anda tidak mau lakukan. Anda Bukan Manusia SempurnaBerpikir bahwa Anda harus menyelesaikan pekerjaan sesempurna mungkin akan membawa Anda dalam kondisi mental tertekan. Akibatnya Anda mungkin akan malas memulainya. Anda harus bisa menerima bahwa Anda pun bisa berbuat salah dan tidak semua harus sempurna.Dalam konteks pekerjaan, Anda punya kesempatan untuk melakukan perbaikan berulang kali. Anda selalu bisa negosiasi dengan boss Anda untuk meminta waktu tambahan dengan alasan yang masuk akal. Mulai pekerjaan dari hal yang kecil dan sederhana, kemudian tingkatkan seiring dengan waktu. Berpikir bahwa pekerjaan harus diselesaikan secara sempurna akan membuat Anda memandang pekerjaan tersebut dari hal yang besar dan rumit. Saya harap tulisan ini berguna. Kemalasan merupakan sesuatu yang normal dalam hidup Anda. Karena dia normal maka dia pun bisa diatasi. Tiga tips diatas bisa menjadi awal untuk berpikir dan bertindak berbeda dari biasanya sehingga Anda tidak menyia-nyiakan kesempatan yang datang hanya karena malas mengerjakannya. |
Langganan:
Postingan (Atom)