5 Titik Sensitif Wanita Wajib Eksplor

on Sabtu, 10 April 2010
FOREPLAY akan menjemukan jika hanya bagian itu-itu saja yang Anda eksplor. Tengoklah titik sensitif lain tubuh pasangan yang bisa membuatnya bergairah.



Terdapat banyak titik sensitif wanita yang bisa Anda eksplor sebelum pergulatan sesungguhnya. Area seperti vagina, payudara, atau bokong memang punya saraf sangat peka, tapi wanita juga punya banyak sensor di setiap jengkal tubuhnya.



Berikut di antaranya lima titik sensitif pada tubuh wanita yang bisa Anda maksimalkan untuk “diserang”, seperti dilansir Askmen.



Punggung

Cara terbaik untuk menuntun pasangan wanita saat berada di kerumunan adalah dengan melingkarkan tangan Anda di punggungnya. Isyarat kecil ini menunjukkan bahwa Anda ingin melindunginya.



Dalam cerita seks, punggung pun memberi kontribusi penting dalam menyiapkan tubuh untuk bercinta. Lancarkan aksi mencium dan menjilat mulai dari punggung lalu menurun hingga ke tulang belakangnya. Akhiri aksi di punggung dengan ciuman dalam penuh makna.



Belakang lutut

Area ini jarang sekali menjadi daftar rangsangan pria sebelum bercinta. Padahal faktanya, belakang lutut adalah wilayah yang sangat sensitif. Lancarkan sentuhan lembut saat ia mengenakan rok mini atau celana pendek untuk menggetarkan gairahnya.



Rambut

Merawat rambut tetap cantik bukan satu-satunya alasan wanita rutin ke salon. Proses mencuci, memotong, mewarnai, dan memberi sentuhan rambut bergaya baginya adalah sarana untuk pelepasan stres.



Anda juga bisa memberikan treatment serupa. Belai lembut rambut dan berikan pijatan melingkar dari pelipis menuju ke tengkuknya untuk membuatnya rileks sebelum bercinta.



Tengkuk leher

Setelah jari-jemari Anda sampai di tengkuk lehernya, berikan ciuman mesra. Bagian ini seringkali diabaikan oleh kebanyakan pria. Jangan lupakan pula efek kedahsyatan sentuhan dan jilatan di bahunya.



Tulang selangkang

Tunjukkan apresiasi Anda atas keseksian tubuh pasangan dengan memberi sentuhan dan ciuman pada selangkangannya. Saat ia masih berpakaian lengkap, sentuhan Anda di bagian ini bisa menjadi isyarat bahwa Anda ingin melewati malam ini dengan cerita seks hebat.

8 Larangan Selama Bercinta

BERCINTA memang tak punya aturan. Semua tergantung pada taste Anda dan pasangan. Tapi masalahnya, masing-masing orang punya ekspektasi terhadap cerita seksnya. Karena itu, ada larangan bercinta yang harus Anda hindari.



Saat seranjang bersama pasangan, ada beberapa kesalahan umum yang mungkin tidak Anda sadari. Kalau ia cenderung menyembunyikannya, sebagai pasangan, sebaiknya Anda bisa menangkap sinyal kesalahan itu.

Berikut delapan kesalahan yang harus dihindari selama bercinta, seperti dilansir Times of India.

Tidak mencium

Percaya atau tidak, banyak orang (termasuk wanita) tidak mencium pasangannya ketika berhubungan seks. Mengapa? Mungkin karena posisi bercinta tidak memungkinkannya untuk mencium atau karena terlalu bersemangat mencapai klimaks.

Tanpa disadari, hal ini bisa mematahkan semangat irama percintaan. Jadikan ciuman salah satu aksi menuju puncak kenikmatan yang tak boleh tertinggal.


Menggigit sebelum pasangan siap

Sementara sebagian orang begitu menikmati aksi agresif pasangan, menggigit salah satu bagian tubuh sebelum tubuh mereka benar-benar siap akan terasa menyakitkan, tidak nyaman, bahkan membuatnya ketakutan. Jadi, pastikan pasangan Anda siap sepenuhnya sebelum Anda menggigit telinga, bahu, leher atau bagian tubuh lainnya.


Mengabaikan bagian tubuh lain

Dalam urusan ranjang, alat genital memang penting, tapi sepatutnya Anda juga memperhatikan bagian lain tubuh lain. Fokus pula pada bagian tubuhnya, seperti lutut, pergelangan tangan, punggung dan perut sebagai area sangat sensitif pria, juga wanita.


Belaian lembut di area ini akan membantu merangsang pasangan Anda. Dan pada gilirannya, meningkatkan kesempatan mereka untuk memuaskan Anda.


“Menumpahkan” berat badan ke pasangan

Ketika berada di atas tubuh pasangan, Anda harus berhati-hati untuk tidak “menumpahkan” berat badan sepenuhnya. Menutupi akses pasangan untuk bernapas atau menghambat laju aksinya tentu membunuh kesenangan momen pergumulan.



Mencapai klimaks terlalu cepat atau terlalu lambat

Ini terutama dilakukan oleh pria. Para pria, Anda perlu mengendalikan otot-otot dengan baik untuk memastikan bahwa Anda ejakulasi dalam waktu yang tepat. Jika terlalu cepat, Anda bisa meninggalkan ketidakpuasan pada pasangan, tapi terlalu lamban pun meninggalkan kesan Anda tak kuat mencapai klimaks.



Untuk menghindari hal ini, sediakan banyak waktu untuk foreplay (berlaku pada pria dan wanita). Jika Anda butuh waktu lama dan hanya bisa ejakulasi melalui rangsangan manual, lebih baik pasangan orgasme lebih dulu, untuk kemudian ia bisa “melayani” Anda.



Kemudian, kalau Anda ingin quickie sex, pastikan pasangan tahu keinginan Anda. Jangan sampai ekspektasinya terlalu tinggi untuk menikmati percintaan panjang, padahal Anda ingin segera mengakhirinya.



Tidak memberitahu saat ingin mencapai klimaks

Kalau Anda ingin mengakhiri pergumulan, katakan pada pasangan dengan kalimat sederhana, misalnya “Aku siap.” Agar tak kecewa, pasangan harus tahu.



Terlalu diam

Suara yang keluar saat bercinta menjadi salah satu penghargaan Anda terhadap pasangan, misal lewat erangan atau bahkan mengatakan sesuatu seperti, "Itu rasanya sangat menyenangkan". Hal tersebut pun memberi panduan mereka, akan meneruskan ataukah menghentikan aksinya dan mencari zona erangan Anda lainnya.



Aksi mekanis

Pasangan bukanlah mesin seks yang selalu panas setiap kali Anda memerlukannya. Ia adalah partner Anda untuk bersama-sama mencapai puncak kenikmatan.



Pastikan Anda mencampurkan kecepatan dan intensitas aksi yang dilancarkan, dari cepat ke lambat, dan sebaliknya. Jadilah pasangan kreatif Anda. Selanjutnya, Anda bisa menikmati variasi itu.