3 Tips untuk Menghindari Kemalasan

on Rabu, 19 Mei 2010



Oleh: MUHAMMAD KUSAENI
Rasanya banyak diantara kita yang punya “penyakit” suka menunda-nunda pekerjaan. Penyakit ini, yang sebetulnya adalah kebiasaan, seringkali disebabkan karena kita malas mengerjakan sesuatu. Malas bangun dari tempat tidur, malas pergi olahraga, malas menyelesaikan tugas kantor, dll. Menurut penelitian, kebiasaan malas merupakan penyakit mental yang timbul karena kita takut menghadapi konsekuensi masa depan. Yang dimaksud dengan masa depan ini bukan hanya satu atau dua tahun kedepan tetapi satu atau dua menit dari sekarang. Contohnya saja ketika Anda malas dari bangun, Anda akan berkata dalam hati: “Satu menit lagi saya akan bangun”, tetapi kenyataannya barangkali Anda akan berlama-lama di tempat tidur sampai akhirnya memang waktunya tiba untuk siap-siap pergi ke kantor.
Kebiasaan malas timbul karena kita cenderung mengaitkan masa depan dengan persepsi negatif. Anda menunda-nunda pekerjaan karena cenderung membayangkan setumpuk tugas yang harus dilakukan di kantor. Belum lagi berhubungan dengan orang-orang yang Anda tidak sukai, misalnya.
Sayangnya, menunda-nunda pekerjaan pada akhirnya akan mengundang stress karena mau tidak mau satu saat Anda harus mengerjakannya. Di waktu yang sama Anda juga mungkin punya banyak pekerjaan lain.
Dalam beberapa hal, Anda pun mungkin akan kehilangan momen untuk berkembang ketika Anda mengatakan “tidak” terhadap sebuah kesempatan –Anda malas bertindak karena bayangan negatif tentang hal-hal yang memberatkan didepan.
Di artikel ini saya ingin memberikan beberapa tips untuk mengatasi rasa malas. Tips ini bisa Anda praktekkan di tempat kerja ataupun lingkungan keluarga:

Ganti “Kapan Selesainya” dengan “Saya Mulai Sekarang”

Apabila Anda dihadapkan pada satu tugas besar atau proyek, Anda sebaiknya JANGAN berpikir mengenai rumitnya tugas tersebut dan membayangkan kapan bisa diselesaikan. Sebaliknya, fokuslah pada pikiran positif dengan membagi tugas besar tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan menyelesaikannya satu demi satu.

Katakan setiap kali Anda bekerja: “Saya mulai sekarang”.

Cara pandang ini akan menghindarkan Anda dari perasaan terbebani, stress, dan kesulitan. Anda membuat sederhana tugas didepan Anda dengan bertindak positif. Fokus Anda hanya pada satu hal pada satu waktu, bukan banyak hal pada saat yang sama.

Ganti “Saya Harus” dengan “Saya Ingin”

Berpikir bahwa Anda harus mengerjakan sesuatu secara otomatis akan mengundang perasaan terbebani dan Anda menjadi malas mengerjakannya. Anda akan mencari seribu alasan untuk menghindari tugas tersebut.
Satu tip yang bisa Anda gunakan adalah mengganti “saya harus mengerjakannya” dengan “saya ingin mengerjakannya”. Cara pikir seperti ini akan menghilangkan mental blok dengan menerima bahwa Anda tidak harus melakukan pekerjaan yang Anda tidak mau.
Anda mau mengerjakan tugas karena memang Anda ingin mengerjakannya, bukan karena paksaan pihak lain. Anda selalu punya pilihan dalam kehidupan ini. Tentunya pilihan Anda sebaiknya dibuat dengan sadar dan tidak merugikan orang lain. Intinya adalah tidak ada seorang pun di dunia ini yang memaksa Anda melakukan apa saja yang Anda tidak mau lakukan.

Anda Bukan Manusia Sempurna

Berpikir bahwa Anda harus menyelesaikan pekerjaan sesempurna mungkin akan membawa Anda dalam kondisi mental tertekan. Akibatnya Anda mungkin akan malas memulainya. Anda harus bisa menerima bahwa Anda pun bisa berbuat salah dan tidak semua harus sempurna.
Dalam konteks pekerjaan, Anda punya kesempatan untuk melakukan perbaikan berulang kali. Anda selalu bisa negosiasi dengan boss Anda untuk meminta waktu tambahan dengan alasan yang masuk akal. Mulai pekerjaan dari hal yang kecil dan sederhana, kemudian tingkatkan seiring dengan waktu. Berpikir bahwa pekerjaan harus diselesaikan secara sempurna akan membuat Anda memandang pekerjaan tersebut dari hal yang besar dan rumit.
Saya harap tulisan ini berguna. Kemalasan merupakan sesuatu yang normal dalam hidup Anda. Karena dia normal maka dia pun bisa diatasi. Tiga tips diatas bisa menjadi awal untuk berpikir dan bertindak berbeda dari biasanya sehingga Anda tidak menyia-nyiakan kesempatan yang datang hanya karena malas mengerjakannya. 

5 Titik Sensitif Wanita Wajib Eksplor

on Sabtu, 10 April 2010
FOREPLAY akan menjemukan jika hanya bagian itu-itu saja yang Anda eksplor. Tengoklah titik sensitif lain tubuh pasangan yang bisa membuatnya bergairah.



Terdapat banyak titik sensitif wanita yang bisa Anda eksplor sebelum pergulatan sesungguhnya. Area seperti vagina, payudara, atau bokong memang punya saraf sangat peka, tapi wanita juga punya banyak sensor di setiap jengkal tubuhnya.



Berikut di antaranya lima titik sensitif pada tubuh wanita yang bisa Anda maksimalkan untuk “diserang”, seperti dilansir Askmen.



Punggung

Cara terbaik untuk menuntun pasangan wanita saat berada di kerumunan adalah dengan melingkarkan tangan Anda di punggungnya. Isyarat kecil ini menunjukkan bahwa Anda ingin melindunginya.



Dalam cerita seks, punggung pun memberi kontribusi penting dalam menyiapkan tubuh untuk bercinta. Lancarkan aksi mencium dan menjilat mulai dari punggung lalu menurun hingga ke tulang belakangnya. Akhiri aksi di punggung dengan ciuman dalam penuh makna.



Belakang lutut

Area ini jarang sekali menjadi daftar rangsangan pria sebelum bercinta. Padahal faktanya, belakang lutut adalah wilayah yang sangat sensitif. Lancarkan sentuhan lembut saat ia mengenakan rok mini atau celana pendek untuk menggetarkan gairahnya.



Rambut

Merawat rambut tetap cantik bukan satu-satunya alasan wanita rutin ke salon. Proses mencuci, memotong, mewarnai, dan memberi sentuhan rambut bergaya baginya adalah sarana untuk pelepasan stres.



Anda juga bisa memberikan treatment serupa. Belai lembut rambut dan berikan pijatan melingkar dari pelipis menuju ke tengkuknya untuk membuatnya rileks sebelum bercinta.



Tengkuk leher

Setelah jari-jemari Anda sampai di tengkuk lehernya, berikan ciuman mesra. Bagian ini seringkali diabaikan oleh kebanyakan pria. Jangan lupakan pula efek kedahsyatan sentuhan dan jilatan di bahunya.



Tulang selangkang

Tunjukkan apresiasi Anda atas keseksian tubuh pasangan dengan memberi sentuhan dan ciuman pada selangkangannya. Saat ia masih berpakaian lengkap, sentuhan Anda di bagian ini bisa menjadi isyarat bahwa Anda ingin melewati malam ini dengan cerita seks hebat.